welcome to my blog

Get Gifs at CodemySpace.com

Laman

about you

Get Gifs at CodemySpace.com

Rabu, 09 November 2011

masa kimi raikkonen

Masa kecil


Kimi Räikkönen, lahir dari sebuah keluarga sederhana di Finlandia, dan hingga sekarang sikap tidak neko-neko dari seorang Kimi masih bisa kita lihat di F1. Kimi merupakan putra kedua dari dua bersaudara. Ibu Kimi bernama Paula, sementara ayahnya bernama Matti Räikkönen.[1] Kakak Kimi bernama Rami, saat ini ia turun diajang Formula 3 Finlandia. Ayah Kimi adalah seorang mekanik. Dan mungkin dari kegiatan bongkar pasang mobil inilah, darah motorsport mengalir di dalam tubuh Rami dan Kimi. Sekarang ayah Kimi juga mulai ikutan turun di ajang reli regional Finlandia. Keluarga ini berteman baik dengan keluarga Heikki Kovalainen.

Masa sekolah

Sejak masih kanak-kanak, Kimi sudah tertarik pada beragam kegiatan olahraga. Saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar, Kimi sudah mulai bermain sepakbola. Memasuki usia SMP, Kimi lantas aktif pada beragam kegiatan ekstrakulikuler olahraga di sekolahnya. Dari mulai gulat, taekwondo, sepakbola, basket, hoki es[2], dan cricket ia coba, dan ia selalu menang dalam kegiatan-kegiatan olahraga di sekolahnya tersebut.

Suatu hari berselang, ia sempat kalah dalam sebuah pertandingan sepakbola di sekolahnya. Ia lantas pulang ke rumah sambil menangis dan kemudian memeluk ibunya. Ia lantas berkata: Ibu, suatu hari nanti saya akan menjadi juara dunia, saya janji, apapun itu olahraganya, pastinya saya akan menjadi juara dunia. Sang ibu kemudian terharu, dan lantas ikut mendoakan supaya Kimi bisa meraih cita-citanya tersebut. Dan apa yang dicita-citakan oleh Kimi dan ibunya berhasil pada 15 November 2007 lalu, saat Kimi dengan sah merengkuh gelar juara dunia Formula 1.

Sebenarnya, ketika Kimi masih kecil, ibunya sempat menentang Kimi untuk turun sebagai pembalap. Ibu Kimi menganggap bahwa ajang balapan adalah olahraga berbahaya. Namun apa mau dikata, keinginan dan semangat tinggi Kimi sudah tumbuh, sehingga akhirnya ibu Kimi tidak kuasa menolak keinginan anaknya untuk menjadi pembalap. Padahal tadinya, ibu Kimi mengharapkan anaknya menjadi seorang pengusaha sukses.

Saat ini

Berlainan dengan sifatnya yang dingin, rendah hati, dan pendiam (sehingga dia mendapat julukan Iceman). Kimi ternyata sangat ‘aktif’ didunia luar. Khususnya di dunia glamour ala selebritis. Bukan rahasia lagi, Kimi sempat kepergok mabuk-mabukan diluar lintasan. Saat itu adalah akhir 2004, menjelang launching mobil McLaren MP4-20. Kimi tertangkap basah sedang pesta pora di Gran Canaria, Spanyol. Dan ditemukan dalam kondisi setengah pingsan pada pagi harinya sambil memeluk balon lumba-lumba.[3]

Kimi juga dikenal tidak peduli dengan lingkungan tim. Niki Lauda pernah berkata, bahwa Kimi adalah pembalap dengan talenta super, sayang kebiasaannya yang sedikit pemalas telah menghalangi semua usahanya. Pada GP Spanyol 2007 sesaat setelah dia tersingkir gara-gara hidrolik. Kimi malah langsung pulang ke hotel dan menyaksikan acara hoki es (kebetulan dia adalah fans hoki es), dan membiarkan Felipe Massa beserta Ferrari menikmati kemenangannya. Namun bukan berarti kehidupan Kimi penuh sisi buruk. Setidaknya dia masih mau beramal. Bersama Felipe Massa, Casey Stoner, dan Loris Capirossi, Kimi melakukan ski amal FIAT Group (yang membawahi Ferrari, Ducati, dan Juventus FC) pada Januari 2007 lalu.

Untuk urusan musik, Kimi adalah salah satu fans penyanyi Eminem dan grup band U2. Selain itu Kimi juga punya kebiasaan unik yaitu tidur sejenak menjelang balapan, melupakan segala sesuatu hal yang akan terjadi padanya di balapan nanti. Makanan kesukaannya adalah mie dan minuman kesukaannya adalah jus.

Kimi menikah dengan Jenni Dahlman pada musim panas 2002 di Finlandia. Jenni Dahlman adalah mantan model dan Miss Scandinavia tahun 2001. Ia bertemu dengan Kimi saat Kimi pertama kali turun di F1 pada musim 2001. Pasangan ini menetap di Zurich, Swiss. Tak jauh dari kediaman Felipe Massa, sang rekan setimnya.

Satu kekurangan Kimi yang masih tetap ada hingga saat ini adalah, ia kurang fasih berbahasa asing. Ketika ia masih di McLaren, Kimi dianggap oleh mekaniknya sendiri sebagai "pembalap bisu" karena kurang berinteraksi dengan tim, disebabkan karena ia kurang fasih berbahasa Inggris. Tak jauh beda dengan sekarang saat ia bergabung di Ferrari, Kimi pun masih kurang fasih berbahasa Italia. Ia lebih nyaman berbicara dengan bahasa Finlandia.

Sebagai wujud penghargaan untuk Kimi, pada Agustus 2008 pemerintah Finlandia memberikan penghargaan kepada Kimi dengan mengabadikannya dalam bentuk perangko, yang berjudul "F1 World Champion '07 Kimi Räikkönen".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar