D F# Bm
belumlah terlambat untuk mengerti
Em B Em A
dan belum terlambat untuk menumbuhkan cinta ku
D F# Bm
di pangkuan hati titian hidupku
Em A
tak pernah kutau ada sesuatu
D F# Bm
di dalam jiwamu membahagiakan dirimu
Em A
betapa ku sungguh tak menyadarinya
G A D
apakah cinta yang membahagiakanmu
G A D
sesuatu yang ingin kumiliki
D F# Bm
belumlah terlambat untuk mengerti
Em B Em A
dan belum terlambat untuk menumbuhkan cinta ku
D F# Bm
selama hidup sepanjang usiaku
Em B Em A
tak sekalipun pernah ku menyentuh wujudnya
D F# Bm
membayangkan itu aku pun mencoba
Em A
mengerti sedikit tentang perasaan itu
D F# Bm
pernah terkaburkan oleh pilu kepedihan
Em A
mungkin aku salah dalam mengartikan itu semua
D F# Bm
belumlah terlambat untuk mengerti
Em B Em A
dan belum terlambat untuk menumbuhkan cinta ku
D F# Bm
selama hidup sepanjang usiaku
Em B Em A
tak sekalipun pernah ku menyentuh wujudnya
[int] D Bm Em B A
D Bm Em A
G A D 2x
G A D
apakah cinta yang membahagiakanmu
Em G A
sesuatu yang ingin kumiliki
[int2] D F# Bm Em B Em A 2x
[coda]
G A D
apakah cinta yang membahagiakanmu
G A D
sesuatu yang ingin kumiliki
Rabu, 21 November 2012
bayangkanlah
Bayangkanlah bila aku tak lagi menjadi kekasihmu
Bayangkanlah bila bumi tak mampu lagi berputar
Bayangkanlah bila aku terpisah jauh darimu
Bayangkanlah bila mentari tak mampu lagi
Menyinari dunia
Dengarlah duhai kekasih
Hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat
Hadapilah semua yang akan terjadi
Bayangkanlah bila aku tak setia lagi kepadamu
Bayangkanlah bila mata tak mampu lagi memandang
Bayangkanlah bila aku terpikat hati yang lainnya
Bayangkanlah bila cinta tak mampu lagi
Mendamaikan dunia
Dengarlah duhai kekasih
Hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat
Hadapilah semua yang akan terjadi
Duhai tuhan kuserahkan hidupku
Bayangkanlah bila bumi tak mampu lagi berputar
Bayangkanlah bila aku terpisah jauh darimu
Bayangkanlah bila mentari tak mampu lagi
Menyinari dunia
Dengarlah duhai kekasih
Hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat
Hadapilah semua yang akan terjadi
Bayangkanlah bila aku tak setia lagi kepadamu
Bayangkanlah bila mata tak mampu lagi memandang
Bayangkanlah bila aku terpikat hati yang lainnya
Bayangkanlah bila cinta tak mampu lagi
Mendamaikan dunia
Dengarlah duhai kekasih
Hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat
Hadapilah semua yang akan terjadi
Duhai tuhan kuserahkan hidupku
angkuh
Aku adalah seorang yang keras hati
Yang tak pernah merasakan
Kelembutan hati hingga disini
Di penantian terakhir
Ku berjumpa dengan engkau
Terpikat aku jadinya
Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku oh..oh..
Engkaulah embun pagi yang membasuhi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku..
Lama sudah aku sendiri
Dituntun langkah-langkah kaki
Mencoba menentang kerasnya hantaman hidup
Aku akui..aku tak mampu menahan semua
Meruntuhkan kerasnya..angkuhnya dinding hatiku
Engkaulah sang pelangi yang mewarnai langit
Dan akan memayungi gelisah hatiku..oh..oh..
Engkaulah angin malam yang menebarkan wangi
Dan akan mengharumi hari-hari bahagiaku
Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku oh..oh..
Engkaulah embun pagi yang membasuhi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku.
Yang tak pernah merasakan
Kelembutan hati hingga disini
Di penantian terakhir
Ku berjumpa dengan engkau
Terpikat aku jadinya
Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku oh..oh..
Engkaulah embun pagi yang membasuhi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku..
Lama sudah aku sendiri
Dituntun langkah-langkah kaki
Mencoba menentang kerasnya hantaman hidup
Aku akui..aku tak mampu menahan semua
Meruntuhkan kerasnya..angkuhnya dinding hatiku
Engkaulah sang pelangi yang mewarnai langit
Dan akan memayungi gelisah hatiku..oh..oh..
Engkaulah angin malam yang menebarkan wangi
Dan akan mengharumi hari-hari bahagiaku
Engkaulah sang mentari yang menyinari bumi
Dan akan menghangatkan gairah hatiku oh..oh..
Engkaulah embun pagi yang membasuhi tanah
Dan akan menyegarkan setiap lelah jiwaku.
sedang ingin bercinta
Setiap ada kamu.. mengapa jantungku ini
Berdetak lebih kencang..seperti genderang mau perang
Setiap ada kamu..mengapa darahku mengalir lebih cepat
Dari ujung kaki ke ujung kepala
Setiap ada kamu..otak ku berpikir
Bagaimana caranya untuk berdua bersama kamu
Chorus:
AKU SEDANG INGIN BERCINTA KARENA
MUNGKIN ADA KAMU DISINI�AKU INGIN...
Berdetak lebih kencang..seperti genderang mau perang
Setiap ada kamu..mengapa darahku mengalir lebih cepat
Dari ujung kaki ke ujung kepala
Setiap ada kamu..otak ku berpikir
Bagaimana caranya untuk berdua bersama kamu
Chorus:
AKU SEDANG INGIN BERCINTA KARENA
MUNGKIN ADA KAMU DISINI�AKU INGIN...
aku bisa menjadi kekasih
Segalanya kan bisa menjadi baik
Jika kita tak saling menyakiti
Apapun yang sudah terjadi
Bilakah kita harus merelakannya
Memaafkan itu tak seberat memindah samudra
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan padamu kepadamu
Aku bisa menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa jadi musuhmu
Aku bisa jadi sahabatmu
Menerjemahkan isi hati
Mungkin lebih dengan berbicara
Bukankah jalannya hidup menjadi mudah
Bila kita saling bisa melengkapi
Memaafkan itu tak seberat memindah samudera
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan padamu kepadamu
Aku bisa menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa jadi musuhmu
Aku bisa jadi sahabatmu
Jika kita tak saling menyakiti
Apapun yang sudah terjadi
Bilakah kita harus merelakannya
Memaafkan itu tak seberat memindah samudra
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan padamu kepadamu
Aku bisa menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa jadi musuhmu
Aku bisa jadi sahabatmu
Menerjemahkan isi hati
Mungkin lebih dengan berbicara
Bukankah jalannya hidup menjadi mudah
Bila kita saling bisa melengkapi
Memaafkan itu tak seberat memindah samudera
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan padamu kepadamu
Aku bisa menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa jadi musuhmu
Aku bisa jadi sahabatmu
sebelum kau terlelap
Adinda dengarkanlah satu
Tutur kataku sebelum kau terlelap
Kuharap kau lepaskan sejenak
Riak lakunya sebelum kau terlelap
Chorus:
Lagu ini elus hati
Timang segala sedihmu
Sebagai satu redam perih
Sebagai sampul diriku
Adinda sayang jangan kau relakan
Dirinya berdiri disegala langkahmu
Lepaskan pasung setiamu
Wejangan ini untuk sebelum kau terlelap
Chorus
Yang kau sayang slalu saja
Terbitkan erammu diperihnya hatimu
Pejamkan matamu sandarkan bebanmu
Masih ada yang lain sebelum kau terlelap
Chorus 2x
Pejamkan matamu sandarkan bebanmu
Masih ada yang lain
Masih ada yang lain
Yang lain...
Tutur kataku sebelum kau terlelap
Kuharap kau lepaskan sejenak
Riak lakunya sebelum kau terlelap
Chorus:
Lagu ini elus hati
Timang segala sedihmu
Sebagai satu redam perih
Sebagai sampul diriku
Adinda sayang jangan kau relakan
Dirinya berdiri disegala langkahmu
Lepaskan pasung setiamu
Wejangan ini untuk sebelum kau terlelap
Chorus
Yang kau sayang slalu saja
Terbitkan erammu diperihnya hatimu
Pejamkan matamu sandarkan bebanmu
Masih ada yang lain sebelum kau terlelap
Chorus 2x
Pejamkan matamu sandarkan bebanmu
Masih ada yang lain
Masih ada yang lain
Yang lain...
begitu indah
Begitu banyak kisah, yang datang silih berganti
Tak henti mewarnai, setiap jejak langkahmu
Begitupun adanya kepingan makna dirimu.. uh..
Yang terserak diantara lembaran kisah hidupmu
Dan kini kau terjebak ditengah riuh dunia
Terhimpit diantara hitam putih kehidupan...
Sementara sang waktu, tak akan mau menunggu
Seiring denyut hidup, ia kan terus berdetak...
Saat langkahmu terhenti, dan gelap...
Menyelimuti hatimu................
Sebaiknya kini engkau mulai berenang
Sebelum kau terhanyut, deras arus kehidupan...
Dan jangan pernah merasa, inilah... akhir dunia
Seolah tak ada lagi, jalan untuk kembali...
Saat jiwamu meredup...
Saat kegelapan menyelimutimu...
Sisakan satu ruang untuk bercermin...
Dan dengarkan mata hatimu berkata
Jangan pernah berhenti mengejar
semua mimpimu
Karena ini bukanlah sebuah akhir dunia
Bukanlah akhir dunia...
Bukanlah akhir dunia...
Tak henti mewarnai, setiap jejak langkahmu
Begitupun adanya kepingan makna dirimu.. uh..
Yang terserak diantara lembaran kisah hidupmu
Dan kini kau terjebak ditengah riuh dunia
Terhimpit diantara hitam putih kehidupan...
Sementara sang waktu, tak akan mau menunggu
Seiring denyut hidup, ia kan terus berdetak...
Saat langkahmu terhenti, dan gelap...
Menyelimuti hatimu................
Sebaiknya kini engkau mulai berenang
Sebelum kau terhanyut, deras arus kehidupan...
Dan jangan pernah merasa, inilah... akhir dunia
Seolah tak ada lagi, jalan untuk kembali...
Saat jiwamu meredup...
Saat kegelapan menyelimutimu...
Sisakan satu ruang untuk bercermin...
Dan dengarkan mata hatimu berkata
Jangan pernah berhenti mengejar
semua mimpimu
Karena ini bukanlah sebuah akhir dunia
Bukanlah akhir dunia...
Bukanlah akhir dunia...
Langganan:
Postingan (Atom)

